Saturday, 6 May 2017

CONTOH LAPORAN KKN LENGKAP



LAPORAN INDIVIDUAL
KKN TAHUN 2017

OPTIMALISASI POTENSI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN HIDUP YANG PRODUKTIF

Oleh :
Devi Nurhasanah
Nim : 1134010028





PUSAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan individu Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan basis pengabdian kepada masyarakat di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut dengan judul “Pendampingan Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Mewujudkan Kehidupan Yang Produktif” telah diperiksa dan disahkan pada tanggal 15 Maret 2017.

Dosen Pembimbing Lapangan                     Kepala Pusat Pengabdian Kepada
                                                                     Masyarakat-LP2M UIN SGD Bandung


Elisa Kurniadewi, S.Ag., S.Psi., M.Psi       Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag
Nip : 19781006200801200                          Nip : 197210302001121002









KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga program Kuliah Kerja Nyata Sisdamas 2017 di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut ini dapat terlaksana dan terselesaikan dengan baik.
Laporan KKN ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban tertulis kami selama pelaksanaan KKN di dusun 1 Desa Sukamukti dan Desa Sukamukti pada umumnya, dari tanggal 09 Februari sampai dengan 09 Maret 2017.
            Kami menyadari bahwa keberhasilan dan terlaksananya program-program yang telah kami laksanakan bukanlah keberhasilan individu maupun kelompok. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.      Orangtua saya yang telah memberikan dukungan moral dan material
2.      Bapak Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si selaku rektor UIN SGD Bandung
3.      Dr. Munir, MA selaku Ketua LP2M UIN SGD Bandung
4.      Ibu Elisa Kurniadewi, S.Ag., S.Psi., M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Lapangan
5.      Camat Banyuresmi beserta stafnya
6.      Bapak Dadan Hamdani, Lurah Sukamukti beserta seluruh perangkat desa yang telah membantu memperlancar program-program kami
7.      Bapak Tatang selaku kepala dusun 1 Sukamukti atas segala bantuan dan arahannya
8.      Tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat Sukamukti yang telah bersedia menerima dan membantu kami selama melaksanakan program KKN
9.      Rekan-rekan KKN satu kelompok yang telah membantu selama kegiatan berlangsung
10.  Rekan-rekan KKN di Kecamatan Banyuresmi yang telah bersedia memberikan  bantuan dan sarannya kepada kami sehingga program yang kami rencanakan berjalan dengan baik
11.  Tidak lupa juga kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu pelaksanaan KKN di Lokasi 30 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu
Semoga itikad dan amal baik yang telah diberikan mendapatkan balasan dari  Allah SWT. Tak lupa kami haturkan maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kekurangan dalam melaksanakan program-program kami selama kami melaksanakan KKN di Desa Sukamukti Selama satu bulan lamanya.
Pada akhirnya, kami berharap kegiatan KKN ini dapat berguna bagi masyarakat Desa Sukamukti dalam proses pemberdayaan masyarakat desa. Aamiin.



Garut, 09 Maret 2017


                                                                                               Penyusun














DAFTAR ISI

  KATA PENGANTAR.........................................................................................   i
  DAFTAR ISI......................................................................................................... ii
  DAFTAR TABEL................................................................................................. ii
  DAFTAR GAMBAR............................................................................................ ii
  RINGKASAN EKSEKUTIF............................................................................... ii
  BAB I PENDAHULUAN
A.    Permasalahan.................................................................................................. 1
B.     Metode yang digunakan................................................................................. 2
  BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
A.      Monografi Desa.............................................................................................. 3
B.       Kondisi Masyarakat Sasaran.......................................................................... 5
BAB III PROSES PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
A.      Tahapan Pengabdian Kepada Masyarakat.................................................... 10
B.       Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat Sasaran.............................................. 10
C.       Hasil Pengabdian kepada Masyarakat.......................................................... 10
D.      Faktor Pendukung dan Penghanmbat.......................................................... 10
  BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.      Kesimpulan................................................................................................... 10
B.       Rekomendasi................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10
LAMPIRAN........................................................................................................ 10

 






DAFTAR TABEL

TABEL 1.1 : Kegiatan Kepemudaan......................................................................... 12
TABEL 1.2 : Metode yang digunakan....................................................................... 40
TABEL 2.1 : Sarana Ibadah....................................................................................... 48
TABEL 2.2 : Sarana Pendidikan................................................................................ 51
TABEL 3.1 : Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat.................................................... 55
























DAFTAR GAMBAR






























ABSTRAK
KKN SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kelompok 30
DUSUN SATU
DESA SUKAMUKTI KECAMATAN BANYURESMI
KABUPATEN GARUT
Oleh :
Devi Nurhasanah
1134010028

Setelah mengadakan pengamatan langsung di dusun satu desa sukamukti tidak banyak permasalahan yang dialami oleh warga dusun satu desa sukamukti kecamatan banyuresmi kabupaten Garut. Berdasarkan data yang diperoleh,  dusun satu terbagi dalam 14 RT dan 3 RW yaitu RT 1, 2, 3, 4 dan 5 dan RW 05, 06 dan 10.
Sebagian besar penduduknya memeluk agama Islam. Penduduk dusun satu mayoritas berprofesi  sebagai petani / pekebun, peternak dan karyawan swasta. Namun, ada juga beberapa yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lokasi desa sukamukti yang terletak didekat pariwisata situ bagendit yang juga menjadi sumber mata pecaharian warga desa dengan menangkap ikan dan budidaya eceng gondok, tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari hari tetapi juga dijadikan sebagai produk makanan khas bagendit dan souvenir khas bagendit yang telah dipasarkan disekitar tempat wisata. Bahkan olahan makanan ikan bagendit tidak hanya terkenal di tingkat desa namun juga tingkat kabupaten Garut.
Dari penelitian diperoleh hasil bahwa masyarakat desa Sukamukti telah mampu memberdayakan potensi lingkungan, namun tidak ada salahnya jika ditambahkan pengetahuan lain untuk warga di desa sukamukti. Untuk itu saya coba merancang program selama satu bulan yang terbagi dalam dua klasifikasi program yaitu program utama dan program penunjang. Program utama yaitu penyuluhan kepada masyarakat dibidang pengembangan kewirausahaan, kesehatan, pendayagunaan limbah tak terpakai, bimbingan kelompok bagi Pemuda tentang keorganisasi, penyuluhan narkoba, penyuluhan penanggulangan sampah dan bimbingan belajar Bahasa Inggris dan Training Motivasi bagi anak anak agar memiliki motivasi melanjutkan sekolah.
Dari kegiatan-kegiatan yang saya laksanakan, hampir seluruhnya mendapatkan sambutan yang positif dari warga terutama oleh ibu ibu dan anak-anak karena program yang diadakan dirasa sangat tepat dalam membangun kegiatan yang sebelumnya belum ada atau tidak berjalan di dusun satu desa sukamukti. Secara garis besar pelaksanaan program individu dalam KKN Sisdamas di dusun satu, desa sukamukti, Banyuresmi Garut  ini berjalan dengan baik dan tidak mengalami masalah yang cukup serius.














BAB I
PENDAHULUAN
A.    Permasalahan
Setiap lapisan masyarakat yang hidup disuatu daerah dari berbagai lapisan pasti memiliki permasalahan, entah permasalahan itu berasal dari dalam masyarakatnya ataupun dari luar, perbedaan pendapat, ketidakmerataan hak dan kewajiban tanggung jawab dan lain lain. Setiap manusia yang bermasyarakat pasti akan mengalami hal demikian. Berikut akan dijelaskan mengenai permasalahan umum yang terdapat dimasyarakat khususnya di Masyarakat Dusun Satu Desa Sukamukti Garut.
1.      Ekonomi
            Mata pencaharian warga dusun satu desa sukamukti sebagian besar adalah petani, peternak, pekerja bangunan dan pencari ikan, namun ada beberapa warga yang berprofesi sebagai PNS dan Pegawai swasta.
Dusun satu desa sukamukti  memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya petani sebagai mata pencaharian utama. Hampir sebagian besar bagian Dusun satu dikelilingi oleh sawah dan lahan perkebunan. Dengan kondisi alam yang demikian, warga sekitar memanfaatkan lahan yang ada sebagai mata pencaharian. Namun diantara banyaknya warga sukamukti, hanya sebagian warga yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan, banyak warga yang menjadi buruh tani, buruh perkebunan, dan menjadi pekerja bangunan. Oleh karenanya terdapat banyak warga sukamukti yang berada dalam ekonomi menengah kebawah.
Selain banyaknya warga yang berada dalam garis ekonomi menengah kebawah, juga banyaknya para generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan sampai SMA. Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran para generasi muda akan pentingnya pendidikan, sehingga anak sebagai generasi yang diharapkan mampu memulihkan perekonomian tidak mampu banyak merubah keadaan karena terbatas oleh pendidikan.

2.      Kesehatan
Wilayah daerah sukamukti merupakan daerah yang luas dengan hamparan perkebunan, pesawahan dan juga lahan, sehingga jarak dari satu RW ke RW lain sangat berjauhan, begitu pula dengan adanya fasilitas desa seperti kantor desa dan puskesmas yang menjadi pusat kesehatan masyarakat sangat jauh untuk dijangkau oleh masyarakat, tak ayal dalam mengatasi berbagai gejala penyakit ringan, warga lebih memilih mengobati dengan obat warung dan obat herbal buatan.
Selain jauhnya fasilitas kesehatan bagi masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebugaran dalam menunjang kesehatan juga menjadi salah satu masalah yang harus digaris bawahi dalam masalah kesehatan warga, lebih banyak waktu yang dihabiskan untuk hal hal lain dan mengesampingkan olahraga sebagai kegiatan untuk menjaga kebugaran.
3.      Lingkungan
Masalah lingkungan dimanapun sepertinya tidak akan terlepas dari masalah sampah, begitu juga masalah lingkungan dipedesaan, kurangnya pengetahuan masyarakat akan tempat penanggulangan sampah dan bagaimana sampah dapat didaur ulang juga menjadi masalah yang kami garis bawahi. Bahwa sebenarnya jika kita mengetahui cara menanggulangi sampah, kita bisa meminimalisir penumpukan sampah yang mencemari lingkungan.
4.      Sosial
Masalah sosial yang kami temukan dikalangan masyarakat desa sukamukti yang perlu mendapat perhatian lebih adalah masalah sosial dikepemudaan, karena pemuda merupakan regenerasi dari masyarakat yang menjalankan roda pembangunan yang ada disuatu lingkungan. Maka penting dalam masa muda untuk dijadikan masa belajar, melakukan kegiatan positif untuk membentuk pribadi yang sesuai dan menjadi bekal untuk kehidupan dimasa yang akan datang.
Kurangnya kegiatan kegiatan positif di kepemudaan bisa menjadi salah satu penyebab pemuda mengalihkan diri pada kegiatan (negative) lain. Oleh karena itu penting untuk melaksanakan kegiatan kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh pemuda.
Berikut table kegiatan kepemudaan disudun satu desa sukamukti :
Tabel. 1.1 Kegiatan Kepemudaan
RW
Kegiatan Kepemudaan
Olahraga
Kesenian
Struktur Kepemudaan
Ikatan Remaja Masjid
05
Volleyball
Marawis
-
-
06
-
-
-
-
10
Volleyball
Pencak silat
-
-

Kurangnya kegiatan kepemudaan dan tidak dadanya struktur organusasi kepemudaan dan ikatan remaja masjid di dusun satu desa sukamukti menjadi masalah yang kami garis bawahi dalam masalah sosial kepemudaan.
5.      Pendidikan 
Penguasaan bahasa inggris pada era saat ini sangatlah penting. Tidak hanya bagi masyarakat diperkotaan tapi juga masyarakat pedesaan. Apalagi dengan adanya MEA persaingan dunia kerja tidak hanya menjadi persaingan nasional tapi juga internasional. Untuk itu penting selain memiliki pengetahuan yang banyak juga memiliki kemampuan berbahasa internasional yaitu berbahasa inggris.
Pendidikan berbahasa inggris bagi anak sekolah merupakan hal penting yang harus didapatkan oleh semua peserta didik yang masih duduk dibangu sekolah. Keahlian guru pengajar dalam bidangnya juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan dalam memberikan pembelajaran bahasa inggris. Dalam membantu guru sekolah memberikan pembelajaran bahasa inggris perlu adanya bimbingan belajar yang dilakukan secara khusus diluar jam sekolah, maka hal demikian kami jadikan solusi dari permasalahan memaksimalkan pembelajaran bahasa inggris bagi anak sekolah.
B.     Metode yang digunakan
Dalam mengatasi masalah yang terdapat di dusun satu desa sukamukti, maka dipilih beberapa program dengan metode untuk menyelesaikan masalah tersebut sebagai berikut :
Tabel 1.2 Metode yang digunakan
No.
MASALAH
METODE
1
EKONOMI
Metode yang digunakan dalam mengtasi masalah perekonomian di dusun satu desa sukamukti adalah dengan melaksanakan sxbah limbah hayati yang tidak terpakai yang bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sehingga membantu perekonomian warga. Selain menggunakan metode pelatihan, juga digunakan metode ujicoba dengan mempraktekan secara langsung pembuatan produk produk makanan dari limbah hayati.
2
KESEHATAN
Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah kesehatan pada warga yaitu dengan mengguunakan metode pelatihan dan uji coba, serta menggunakan metode pendampingan masyarakat. Salah satu program yang menggunakan metode pelatihan dan uji coba adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang kesehatan pencernaan dan memberikan pelatihan tentang bagaimana membuat obat alami permentasi buah buahan yaitu enzim, serta melakukan ujicoba dengan langsung mempraktekan pembuatan enzim tersebut.
Dan program lain yang menggunakan metode pendampingan masyarakat adalah pendampingan masyarakat dalam mengadakan kegiatan senam rutin mingguan bersama lembaga senam jantung sehat.
3
LINGKUNGAN
Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah lingkungan khususnya sampah yaitu dengan metode pembelajaran, mengadakan penyuluhan yang dikemas dalam bentuk pelatihan pembuatan alat pupuk dari bahan bahan organic.
4
SOSIAL (KEPEMUDAAN)
Metode yang digunakan dalam mengatasi masalah sosial khusunya dikepemudaan adalah dengan mengadakan bimbingan kepada pemuda pemuda desa tentang Keorganisasian dan pendampingan dalam pembentukan Ikatan Remaja Masjid.
Program lain dibidang sosial kepemudaan adalah mengadakan penyuluhan Anti Narkoba yang dilaksanakan dengan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut.
5
PENDIDIKAN
Metode yang diganakan dalam mengatasi masalah pendidikan yaitu dengan metode pembelajaran, mengadakan bimbingan belajar bahasa inggris bagi Paud, SD dan SMP.
Selain mengadakan bimbingan belajar, juga diadakan Training Motivasi bagi anak anak SMP dan SMA agar memiliki motivasi untuk menyelesaikan wajib belaja 12 Tahun.

















BAB II
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
A.    Monografi Desa
Dusun satu desa Sukamukti merupakan salah satu dusun di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Dusun satu desa sukamukti berbatasan langsung dengan dudun dusun lain disekitarnya yakni dusun dua, dusun tiga, dan juga berbatasan langsung dengan desa lain yaitu Desa Sukaratu.
Sebagian besar penduduk dusun satu berprofesi sebagai petani. Hal itu sesuai dengan keadaan alam yang wilayahnya banyak terdapat sawah. Jumlah warga di dusun Jagalan ini ada sekitar 900 yang terdiri dari 252 kepala keluarga, yang terbagi atas 14 RT dan tiga RW yaitu RT 1, 2, 3, 4 dan 5 dan RW 05, 06 dan 10.
Organisasi manyarakat di dusun satu sukamukti antara lain RT, RW, PKK, kelompok tani, dan sanggar silat. Sedangkan sebagian masyarakatnya menganut agama Islam.
Terdapat berbagai permasalahan pokok di dusun satu sukamukti yang perlu mendapat perhatian maupun bantuan agar masalah-masalah tersebut dapat diatasi demi mewujudkan desa yang mandiri dan memiliki daya saing yang tinggi.
1.      Latar Belakang
a.       Letak Dusun Satu Desa Sukamukti
            Dusun Satu Desa Sukamukti, merupakan sebuah Dusun dengan lokasi yang cukup strategis. Dusun tersebut berada di wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
1)      Sebelah Utara              : Dusun Dua
2)      Sebelah Timur : Dusun Tiga
3)      Sebelah Selatan           : Desa Sukaratu
4)      Sebelah Barat              Desa Pamekarsari
b.      Aksesibilitas
            Luas areal yang sedemikian itu terbagi menjadi 14 Rukun Tetangga ( RT ), yaitu RT. 01, RT. 02, RT 03, RT 04 dan RT 05.
Jumlah penduduk Dusun satu secara keseluruhan ± 900 dengan jumlah Kepala Keluarga (KK)  ± 251.
2.      Kondisi Alam dan Potensi Fisik
Dari uraian sebelumnya, bahwa Dusun satu desa sukamukti  memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya petani sebagai mata pencaharian utama. Hampir sebagian besar bagian Dusun satu dikelilingi oleh sawah dan lahan perkebunan.
3.      Kondisi Perekonomian
            Mata pencaharian penduduk dusun satu desa sukamukti sebagian besar adalah petani, peternak, namun ada beberapa warga yang berprofesi sebagai PNS dan Pegawai swasta.

B.     Kondisi Masyarakat Sasaran
1.      Agama
            Penduduk di Dusun Jagalan mayoritas beragama  Islam.
Jumlah sarana ibadah sebagai berikut :

Tabel 2.1 Sarana Ibadah
RW
Sarana Ibadah
Masjid
Mushola
RW 05
1
-
RW 06
1
2
RW 10
1
1

2.      Pendidikan
Tabel 2.2 Sarana Pendidikan
RW
Sarana Pendidikan
Paud
SD
SMP
SMA
05
-
2
-
-
06
1
-
-
-
10
1
-
1
-

3.      Kesehatan
Sarana dan prasarana di bidang kesehatan di Dusun satu desa Sukamukti adalah  Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU).
4.      Kesenian dan Olahraga
            Jenis kesenian yang ada di Dusun Jagalan terdiri dari :
a.       Kesenian Pencak Silat
b.      Kesenian Rebana
5.      Organisasi yang berkembang
Organisasi kemasyarakatan yang berkembang di dusun Satu Sukamukti  adalah RT, RW, PKK, Posyandu, Kelompok Pertanian, Perikanan,dan Organisasi Kepemudaan.
6.      Sarana olahraga
Adapun sarana olahraga yang terdapat di dusun datu desa sukamukti yaitu :
Lapangan volly :  2 buah.
7.      Kondisi Pemerintahan dan Kelembagaan (Aparatur Dusun)
Pemerintahan Dusun Satu Desa Sukamukti kurang berjalan lancar. Susunan aparat pemerintahan Dusun  Satu Desa Sukamukti hanya terdiri dari LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ), kelompok tani dan PKK, sedangkan keberadaan Karang Taruna, Lembaga Keremajaan, Kewirasusahaan warga dari program LPMD dan Sarana Pendidikan seperti TPA belum tersedia. Selain itu jarangnya dilaksanakan pertemuan  rutin antar warga untuk berkomunikasi antar masyarakat dalam membahas masalah sekitar.







BAB III
PROSES PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
A.    Tahapan Pengabdian kepada Masyarakat
Tahap tahap dari pengabdian kepada masyarakat yang kami tuangkan dalam bentuk program yang dibuat bersama masyarakat, dapat kami uraikan sebagai berikut :
1.      Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Ekonomi
Pengabdian dalam mengatasi masalah perekonomian di dusun satu desa sukamukti adalah dengan melaksanakan penyuluhan dan pembelajaran serta pelatihan pembuatan produk produk makanan yang beasal dari limbah hayati yang tidak terpakai agar bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sehingga membantu perekonomian warga.
Tahapan dari pelaksanaan penyuluhan ini dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Tahap Perencanaan
Dalam tahap perencanaan, program ini muncul dan disepakai oleh masyarakat beserta mahasiswa saat dilaksanakan rembug warga. Untuk mengatasi masalah perekonomian, mahasiswa memberikan ide untuk membangun kewirausahaan dari bahan bahan yang tidak terpakai untuk dijadikan produk makanan yang bisa menghasikan nilai jual dan menambah penghasilan. Peneliti disini terlibat sebagai salah satu perencana dalam mengadakan kegiatan.
b.      Tahap Persiapan
Tahap pelaksanaanya adalah terlebih dahulu meminta ijin kepada aparatur desa, dusun, RW dan RT untuk dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kewirausahaan dan pembuatan produk makanan. Setelah mendapatkan izin, barulah mahasiswa beserta aparatur Desa, Dusun, Ketua RW dan RT menginformasikan kepada seluruh warga untuk menghadiri kegiatan tersebut ditempat dan waktu yang telah disepakati.
Peneliti dalam tahap pelaksanaan membantu dalam mengkomunikasikan kegiatan kepada RW, Ibu ibu PKK dan menginformasikan di Mushola dan masjid masjid yang ada di sekitar.

c.       Tahap Pelaksanaan
Dalam tahap pelaksanaannya, warga berkumpul disuatu tempat yang bisa menampung banyak warga dan masih menyisakan tempat untuk dijadikan tempat praktek, pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dua kali, karena perhitungan satu RW lain memiliki jarak yang cukup jauh dibanding 2 RW lain pelaksanaan pertama dilaksanakan di RW. 10 Kampung Sukasari di aula posyandu pada hari minggu 19 Februari 2017, dihadiri juga oleh warga RW 05. Warga yang hadir kurang lebih 50 Ibu Rumah Tangga. Pelaksanaan kedua dilaksanakan hari kamis 23 Februari 2017 di RW 06 diruangan Paud Al-Bahrudin RT. 01 RW. 06 Desa Sukamukti. Dihari oleh kurang lebih 50 Ibu Ibu rumah tangga.
Dalam prakteknya, pertama tama mahasiswa memberikan penyuluhan tentang materi dari produk kewirausahaan yang akan dibuat bagaimana setiap bagian dari bahan hayati bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat jika kita mengetahuinya. Setelah penyampaian materi selesai, barulah mahasiswa mempraktekan pembuatan produk kewirausahaan dari limbah hayati tak terpakai. Produk yang dibuat adalah donat dari kulit buah pisang. Pertama kulit buah pisang dipotong kecil, kemudian direbus, dan diblender hingga lembut dan disatukan dengan adonan donat, terigu, mentega, telur, gula, dan pengembang donat. Setelah adonan dicampur merata barulah adonan digoreng, dan setelah digoreng untuk mempercantik tampilan, diatas donat diberikan toping berbagai rasa.
            Selain pembuatan produk donat, dibuat juga pembuatan selai dari kulit buah naga, prosesnya kulit buah naga di blender secara halus dengan ditambahkan air, kemudian dimasak di wajan dengan dicampurkan gula dan penguat rasa (sitrun).
            Peneliti dalam tahap pelaksanaan bertindak sebagai MC atau pemandu acara dari awal hingga akhir kegiatan berlangsung.
d.      Tahap Akhir
Akhir dari tahap kegiatan ini adalah dihasilkannya suatu produk makanan yang memiliki nilai jual dan rasa yang lezat juga bergizi. Dalam pembuatannya kita bisa menghemat ¼ terigu dari 1 kg tepung adonan donat, dan kulit buah naga yang biasanya selalu dibuang, kini bisa menjadi selai yang enak untuk disantap dengan roti. Dengan demikian selain bergizi tinggi, dengan menggunakan limbah dari bahan hayati juga bisa menghemat anggaran pembuatan produk yang enak dan bergizi ini.
2.      Tahap Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Kesehatan
Dalam pengandian mengatasi masalah kesehatan, dilakukan dua program yaitu penyuluhan dan pelatihan pembuatan enzim untuk kesehatan pencernaan dan pendampingan masyarakat dalam mengadakan kegiatan olahraga senam jantung sehat. Pertama akan kami uraikan tahapan pelaksanaan program penyuluhan kesehatan dan pembuatan enzim.
Tahap tahap pelaksanaan penyuluhan kesehatan dan pembuatan enzim sama dengan tahapan pelaksanaan penyuluhan kewirausahaan pembuatan produk dari bahan hayati, karena pelaksanan keduanya di gabungkan diwaktu dan tempat yang sama, maka segala tahapan dari perencanaan, persiapan seluruhnya sama. Hanya berbeda dalam pelaksanaan dan akhir.
Dalam pelaksanaan pembuatan enzim, pertama tama daging buah naga di masukan kedalam toples yang bersih dan steril, lapisi dengan gula merah, lapisi lagi dengan buah naga, kemudian gula merah dan jeruk nipis, tutup toples dengan sangat rapat sehingga tidak ada udara yang masuk kedalam.
Tahap akhir, toples yang telah dititup rapat disimpan selama dua minggu untuk permentasi, lebih lama maka lebih baik, dan setelah permentasi maka enzim bisa dimakan untuk melancarkan pencernaan.
Dalam program ini pengabdian yang dilakukan oleh peneliti serupa dengan yang dilakukan dikegiatan yang diuraikan sebelumnya, yaitu mengkomunikasikan kegiatan kepada ketua RW, RT dan warga disekitar.
Program kedua dalam pengabdian mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah gebrakan mengadakan olahraga senam jantung sehat yang sebelumnya belum pernah ada. Tahapan yang kami lalui diantaranya sebagai berikut :


a.       Tahap Perencanaan
Perencanaan kegiatan ini dirumuskan ketika dilaksanakan rembug warga bersama masyarakat, karena tidak adanya kegiatan olahraga dikalangan ibu ibu yang rutin dilaksanakan, mahasiswa beserta masyarakat sepakat untuk mengadakan kegiatan senam yang bekerja sama dengan Senam Jantung Sehat.
b.      Tahap Persiapan
Persiapan pelaksanaan kegiaran ini dimulai dengan meminta izin dari berbagai pihak seperti Ketua RW, RT dan pemilik lapangan.setelah mendapatkan izin, mahasiswa menghubungi lembaga jantung sehat untuk menerjunkan instruktur senam di RW tersebut, setelah mendapat persetujuan dari senam jantung sehat, barulah para mahasiswa mengumumkan akan dilaksanakannya kegiatan ini pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.
c.       Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan perdana senam jantung sehat khususnya di RW. 06 Dusun satu desa sukamukti dilaksanakan pada hari sabtu 25 Februari 2017 dilapangan warga yang bernama Pak Ujang di RT. 03 RW. 06. Dimulai dari pukul 07.00 hingga 08.30. setiap warga mengumpulkan dana Rp.5000/Orang untuk membayar jasa instruktur senam yang setiap kali menginstrukturi mematok harga Rp.100.000. kegiatan perdana ini dihadiri oleh 40 ibu ibu di RW. 06 Desa sukamukti.
d.      Tahap akhir
Masyarakat yang mengikuti senam jantung sehat mengikuti kegiatan senam selama 1,5 jam dan merasakan tubuhnya lebih ringan dan segar setelah mengikuti kegiatan senam.
Dalam program ini peneliti menjalankan pengandian kepada masyarakar dalam tugas menjembatani komunikasi warga kepada lembaga jantung sehat, juga memberikan motivasi kepada para warga tentang pentingnya menjaga kebugaran untuk kesehatan dan mengajak seluruh warga untuk mengikuti kegiatan dengan memberikan informasi di pengeras suara yang ada di masjid masjid.


3.      Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Lingkungan
Dalam mengatasi masalah lingkungan, mahasiswa KKN di kecamatan Banyuresmi sepakat untuk mengadakan kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah. Adapun tahap tahapnya dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Tahap perencanaan
Mahasiswa KKN beserta Dosen Pembimbing Lapangan merumuskan rencana pelaksanaan kegiatan penyuluhan berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Banyuresmi yang  masih memiliki masalah lingkungan khusunya masalah sampah.
b.      Tahap persiapan
Mahasiswa KKN dan Dosen pembimbing lapangan membentuk kepanitiaan untuk mempersiapkan kegiatan mulai dari perizinan kepada perangkat kecamatan, menghubungi Lembaga yang bergerak dibidang pengembangan lingkungan untuk menjadi pemateri di penyuluhan, hingga menginformasikan ke seluruh masyarakat di Kecamatan Banyuresmi.
c.       Tahap pelaksanaan
Pelaksaan kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di aula desa pamekarsari kecamatan banyuresmi pada hari Selasa 21 Februari 2017. Dihadiri oleh Camat Banyuresmi, kepala desa pamekarsari, Dosen pembimbing lapangan dan perwakilan warga dari seluruh RW di desa desa yang ada di Banyuresmi.
Dalam puncak kegiatannya pemateri menjelaskan mengenai jenis jenis sampah, tempat pembuangan sampah, pembuatan alat untuk menciptakan pupuk organik dan menciptakan kerajinan kerajinan berbahan dasar sampah yang tidak terpakai.
d.      Tahap akhir
Masyarakat bersedia untuk membuat alat pupuk organik dan dalam prosesnya lembaga pengembangan lingkungan yang menjadi pemateri di penyuluhan siap untuk mengawasi dan mengevaluasi setiap proses hingga mencapai keberhasilan dalam membuat pupuk organik.
Pengabdian yang dilakukan peneliti dalam program ini adalah dengan mengkominkasikan kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian menginformasikan kembali materi yang telah disampaikan kepada warga yang tidak mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut.
4.      Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Sosial (Kepemudaan)
Terdapat dua program dilaksanakan dalam pengabdian mengatasi masalah sosial dikepemudaan. Diantaranya mengadakan penyuluhan anti narkoba bersama BNNK Garut, dan Bimbingan kepada pemuda tentang Keorganisasian serta pembentukan remaja masjid. Adapun tahapan tahapan nya akan kami awali dari program penyuluhan anti narkoba yang tahapannya sebagai berikut :
a.       Tahap perencanaan
Mahasiswa merumuskan rencana penyuluhan berdasarkan hasil dari penelusuran yang dilakukan mengenai masalah masalah yang dialami para generasi muda.
b.      Tahap persiapan.
Mahasiswa Peserta KKN di Desa sukamukti menyusun kepanitiaan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan. Mulai dari perizinan, komunikasi dengan BNNK, perangkat desa, warga, para pemuda, dan teknis acara.
c.       Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan BNNK Garut ini dilaksanakan di Aula Madrasah RW. 07 Dusun 2 desa sukamukti. Dihadiri perangkat desa, ketua BNNK Garut, warga, dan para siswa siswi SMP yang berjumlah 70 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari jum’at 24 Februari 2017.
Dalam pelaksanaannya, team dari BNNK menyampaikan materi mengenai Narkoba, Jenis dan Bahaya yang ditimbulkan. Peneliti dalam pelaksanaan ini bertindak sebagai MC.
d.      Tahap Akhir
Peserta KKN melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan apakah kegiatan yang berlangsung tersampaikan dan dapat diterima oleh peserta kegiatan atau tidak.
            Program kedua dari pengabdian dalam mengatasi masalah sosial dikepemudaan adalah mengadakan bimbingan kepada pemuda mengenai keorganisasian dan pembentukan remaja masjid, adapun tahapan tahapannya sebagai berikut :
a.       Tahap perencanaan
Perencanaan program kegiatan dirumuskan ketika dilaksanakan rembug warga, disepakati oleh warga, pemuda dan mahasiswa peserta KKN.
b.      Tahap Persiapan
Peneliti selaku ketua di bidang kepemudaan menjalankan tugas untuk persiapan kegiatan dari mulai komunikasi dengan RW, RW setempat, mempersiapkan tempat, dan menjadi pemateri dalam kegiatan bimbingan tersebut.
c.       Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan dilaksanakan pada hari sabtu 04 maret 2017 di aula posyandu RT. 01 RW. 10 Desa Sukamukti dengan dihadiri ketua RT, RW, Sesepuh Desa dan para pemuda di RW 10 yang berjumlah 50 orang.
Materi yang disampaikan adalah mengenai Organisasi, pengertian, Hakikat dan segala hal yang terdapat dalam organisasi/kepemimpinan. Setelah bimbingan selesai dilaksanakan peneliti selaku MC dan Pemateri melanjutkan acara pada pembentukan Ikatan remaja masjid dengan menjadi Pemandu Acara pembentukan Ikatan remaja masjid.
d.      Tahap Akhir
Dari bimbingan yang dilaksanakan, peserta kegiatan memahami dengan baik dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Dan dari pembentukan IRM pula telah dihasilkan IRM baru di RW. 10 Desa Sukamukti dengan diketuai pemuda dari RT. 01 RW. 10.
5.      Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Pendidikan
Tahapan dalam melaksanakan pengabdian dalam mengatasi masalah pendidikan yaitu dengan mengadakan bimbingan belajar bahasa inggris bagi Paud, SD dan SMP.
Selain mengadakan bimbingan belajar, juga diadakan Training Motivasi bagi anak anak SMP dan SMA agar memiliki motivasi untuk menyelesaikan wajib belaja 12 Tahun. Adapun tahap tahapnya yaitu sebagai berikut :
a.       Tahap perencanaan
Perumusan program kegiatan ini ketika peneliti melihat kondisi dari kemampuan anak anak sekolah yang datang ke posko KKN akan bahasa Inggris yang sangat rendah. Maka dari itu peneliti berencana untuk mengadakan suatu program bimbingan belajar bahasa inggris bagi anak sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP.
b.      Tahap Persiapan
Peneliti merumuskan materi apa saja yang akan diberikan secara khusus untuk Paud, SD, dan SMP.
c.       Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan dilakukan setiap hari di posko KKN peneliti yaitu di RT. 04 RW. 06 Dusun satu Desa Sukamukti, peserta yang mengikuti bimbingan kurang lebih 25 orang dari tingkat paud, SD, dan SMP
d.      Tahap Akhir
Untuk mengevaluasi sejauh mana penerimaan materi bimbingan yang diampaikan, peneliti memberikan soal berisi materi materi yang telah disampaikan..
B.     Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat Sasaran
Partisipasi dan pelibatan masyarakat sasaran dalam berbagai kegiatan dapat dijelaskan dalam tabel berikut ini :

Tabel 3.1 Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat
No.
Kegiatan
Partisipasi / Pelibatan Masyarakat
1
Penyuluhan Kewirausahaan dan Pelatihan Pembuatan Produk Kewirausahaan dari Bahan Limbah Hayati
a.       Ketua RW
b.      Ketua RT
c.       Tokoh Masyarakat
d.      PKK
e.       Warga masyarakat
f.       Mahasiswa Peserta KKN
2
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan dan Pelatihan Pembuatan Enzim
a.       Ketua RW
b.      Ketua RT
c.       Tokoh Masyarakat
d.      PKK
e.       Warga masyarakat
f.       Mahasiswa Peserta KKN
3
Pendampingan Masyarakat dalam melaksanakan kegiatan Olahraga senam Jantung Sehat
a.       Ketua RW
b.      Ketua RT
c.       PKK
d.      Warga masyarakat
e.       Mahasiswa Peserta KKN
4
Penyuluhan Pengelolaan Sampah
a.       Ketua Camat
b.      Kepala Desa dan Staf
c.       Dosen Pembimbing Lapangan
d.      Lembaga Paragita
e.       Ketua RW
f.       Tokoh Masyarakat
g.      PKK
h.      Kader Posyandu
i.        Warga
j.        Mahasiswa Peserta KKN
5.
Bimbingan Keorganisasia dan Pembentukan Ikatan Remaja Masji
a.       Ketua RW
b.      Ketua RT
c.       Tokoh Masyarakar
d.      Pemuda Desa dari mulai SMP, SMA dan Pemuda Desa
e.       Mahasiswa Peserta KKN
6.
Bimbingan Belajar Bahasa Inggris
a.       Anak Sekolah Tingkat Paud, SD dan SMP
b.      Mahasiswa Peserta KKN

C.    Hasil Pengabdian kepada Masyarakat
Dari berbagai macam kegiatan program yang telah dilaksanakan selama satu bulan maka dapat dilihat hasil sebagai berikut :
1.      Masyarakat mampu mengoptimalkan penggunaan bahan bahan limbah yang tidak terpakai menjadi produk yang bermanfaat, bergizi, dan bisa dengan mudah diaplikasikan dirumah juga bisa menjadi ide untuk membuka usaha baru.
2.      Masyarakat lebih memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, hasil itu juga dapat dilihat dari berjalannya secara continue kegiatan senam jantung sehat setiap minggu.
3.      Masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar dan bagaimana sampah tersebut bisa didaur ulang menjadi pupuk yang sangat bermanfaat untuk pertanian dan perkebunan juga mampu menghasilkan kerajinan kerajinan unik, kreatif dan memiliki nilai jual.
4.      Masyarakat khususnya para generasi muda lebih memiliki wawasan tentang narkoba dan mampu menghindari bahaya narkoba.
5.      Para pemuda memiliki pemahaman lebih tentang keorganisasian sehingga mampu diaplikasikan dalam berorganisasi di kepemudaan, dan terbentuknya Ikatan remaja masjid sebagai sarana dalam mengadakan kegiatan kegiatan positif bagi para remaja untuk selalu terikat dengan masjid.
6.      Anak anak sekolah Paud, SD dan SMP mandapatkan ilmu tambahan tentang bahasa inggris yang sebelumnya tidak diketahui dan tidak difahami.



D.    Faktor Pendukung dan Penghambat
Adapun faktor pendukung dan penghambat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.      Faktor faktor yang menjadi pendukung susksesnya kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Dukungan dari pemerintah seperti Camat, Kepala Desa, Ketua RW dan RT.
b.      Dukungan dari Tokoh Masyarakat
c.       Dukungan dari warga sekitar
d.      Keinginan yang besar dari warga masyarakat untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kegiatan baru.
e.       Kondisi (Waktu dan Tempat)
f.       Kekompakan dari peserta KKN.
2.      Faktor faktor yang menjadi penghambat dari kegiatan kegiatan yang dilaksankan antara lain :
a.       Jarak tempuh tempat pelaksanaan kegiatan yang cukup jauh membuat sebagian warga secara keseluruhan tidak bisa mengikuti kegiatan.
b.      Faktor tempat yang terkadang sulit untuk menemukan tempat yang sesuai untuk dilaksanakan suatu kegiatan.
c.       Faktor cuaca, terkadang ketika kegiatan sudah direncanakan, karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan maka ada beberapa kegiatan yang diundur waktu.
d.      Komunikasi yang kurang maksimal dari Peserta KKN ke perangkat pemerintah atau dari perangkat pemerintah ke warga itu sendiri.







BAB IV
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.    Kesimpulan
              Berdasarkan  uraian pelaksanaan program kerja KKN Sisdamas UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2017 kelompok 30 yang diselenggarakan pada tanggal 09 Februari sampai tanggal 09 Maret 2017 Didusun stu Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut  maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1.      Kegiatan / program fisik dapat terlaksana cukup baik, beberapa program fisik 75 %  terselesaikan sisanya akan dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir. Bantuan dana sepenuhnya berasal dari peserta KKN. Program  ini dilaksanakan bersama-sama antara mahasiswa dengan masyarakat.
2.      Kegiatan / program  non fisik terlaksana dengan baik, program berupa penyadaran, pendampingan dan penyuluhan kepada masyarakat memerlukan proses yang cukup lama. Dari mulai sosialisasi sampai pelaksanaan. Target secara kualitas tercapai, namun secara kuantitas beberapa program masih cukup jauh dari harapan.
B.     Rekomendasi
1.      Untuk Mahasiswa
a.       Perlu adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antar individu dan kelompok, sehingga program kerja dapat berjalan dengan baik dan lancar.
b.      Setiap individu harus mempunyai niat dan tujuan yang baik, rasa ikhlas, tanggung jawab yang besar, sehingga perlu adanya kesiapan secara fisik, mental, emosional dan dana yang cukup agar KKN tersebut dapat berjalan dengan lancar dan baik.
c.       Mahasiswa harus dapat mengelola waktu yang dimiliki selama KKN dengan sebaik-baiknya.
2.      Untuk Pemerintahan Desa dan Masyarakat
a.       Menghilangkan persepsi bahwa mahasiswa KKN adalah sebagai penyandang dana (donatur), melainkan sebagai motivator, mediator dan dinamisator.
b.      Berpartisipasi akitif dalam setiap kegiatan yang KKN adakan.
c.       Meningkatkan semangat dalam mencari ilmu dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun.
3.      Untuk Pemerintah Daerah
a.       Dukungan pihak Pemerintah Daerah terhadap adanya mahasiswa KKN hendaknya ditingkatkan lagi dalam bentuk bantuan materiil maupun non materiil.
b.      Ada follow up (tindak lanjut) dari Pemerintahan Daerah Banyuresmi terhadap beberapa program-program KKN yang telah diselenggarakan berupa pendampingan.

4.      LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung
a.       Adanya persiapan yang matang serta adanya  pelatihan dan praktek kerja lapangan.
b.      Sebagai fasilitator mahasiswa dalam pendampingan terhadap program KKN, diharapkan lebih sering turun ke lapangan saat program berlangsung.
c.       Melebarkan sayapnya dalam membangun jaringan  dengan beberapa instansi swasta yang dapat mendukung program KKN, tidak terbatas kepada Pemerintahan Daerah Banyuresmi saja.






DAFTAR PUSTAKA

Tim penulis. 2017. Suplemen Lampiran Panduan KKN SISDAMAS (Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat) LP2M : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tim penulis. 2017. Panduan KKN SISDAMAS (Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat) LP2M : UIN Sunan Gunung Djtai Bandung
























                                                BIODATA PENULIS      

Nama                                       :  Devi Nurhasanah
Tempat, tanggal lahir              :  Garut, 08 Oktober 1996
Agama                                     :  Islam
Alamat                                    :  Kp. Babakan Salam RT/RW 001/003.
   Ds. Peundeuy Kec. Peundeuy  Kab. Garut.
Domisili                                   :  Kp. Babakan Dangdeur RT/RW 004/004 No. 25
   Ds. Pasir Biru Kec. Cibiru. Kota Bandung
Hoby                                       :  Memasak
Motto Hidup                           :  Tidak ada jalan lain, kecuali jembatan itu harus dilalui untuk menuju surga. Tampilannya seperti ujian, tapi isinya adalah rahmat dan kenikmatan. Berapa banyak kenikmatan yang sungguh besar baru diperoleh setelah melalui ujian.
Cita-cita                                  :  Orang yang Bermanfaat
Status Perkawinan                  :  Kawin / Belum Kawin.
Riwayat Pendidikan
SD                                 :  MI Al-Mustaqim (2007)                 
SMP                               :  MTs. As-Salam Peundeuy Garut (2010)                 
SMA                              :  MA As-Salam Peundeuy Garut (2013)
Perguruan tinggi            :  UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Sekarang).
Identitas orang tua
Nama Ayah                   :  Mahmud
Pekerjaan Ayah             :  Wiraswasta
Nama Ibu                       :  Marni
Pekerjaan Ibu                 :  Wiraswasta
Agama                                     :  Islam
Alamat                                    :  Kp. Babakan As-salam RT/RW 002/003.
   Ds. Peundeuy - Kec. Peundeuy - Kab. Garut.






















LAMPIRAN
Lampiran 1

ROUNDOWN ACARA KEGIATAN PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DARI LIMBAH HAYATI DAN PEMBUATAN ENZIM
No.
Kegiatan
Waktu
Keterangan
1
Pembukaan
10.00 – 10.10
MC : Devi Nurhasanah
2
Materi Penyuluhan dan Materi Pembuatan Produk
10.10 – 10.45
-          Diastika Sundari
-          Isma Noviana
3
Praktek Pembuatan Produk
10.45 – 14.00

4
Penutup
14.00
MC : Devi Nurhasanah













Lampiran 2

ROUNDOWN ACARA PENYULUHAN BNNK GARUT

No.
Kegiatan
Waktu
Keterangan
1
Pembukaan :
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
13.30 – 13.40
MC : Devi & Siti

2
Sambutan : Ketua Pelaksana
                   Kepala BBNK
                   Kepala Desa
13.40 – 14.00
Irfan

Dadan Hamdani
3
Penyampaian Materi 1
14.00 – 15.00
Tim BNNK
4
Penyampaian Materi 2
15.00 – 15.30
Tim BNNK
5
Pembacaan Doa
15.30 – 15.35
Faisal Ramdani
6
Penutup
15.35 – 15.40
MC
6
Kreasi Seni
15.40
Peserta KKN
                                          














Lampiran 3

ROUNDOUN ACARA KEGIATAN BIMBINGAN KEPADA PEMUDA TENTANG KEORGANISASIAN DAN PEMBENTUKAN IKATAN REMAJA MASJID
No.
Kegiatan
Waktu
Keterangan
1
Pembukaan
19.40 – 19.45
MC : Devi
2
Sambutan : Ketua RW
                    Tokoh Masyarakat
19.45 – 20.05
Pak Dana
Ust. Ikin
3.
Materi Keorganisasian dan Kepemimpinan
20.05 – 21.00
Devi Nurhasanah
4
Materi Keorganisasian
21.00 – 21.20
Neng Helmi
5
Diskusi Tanya Jawab
21.20 – 22.30
Peserta KKN
6.
Pembentukan Ikatan Remaja Masjid
22.30 – 23.00

7.
Penutup
23.00
Mc
















Lampiran 4

MATERI BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS

NO.
MATERI
PAUD
SD
SMP
01.
Mengenal Huruf Alfabet
Kosa Kata
Motivasi Belajar Bahasa Inggris
02.
Mengenal Angka
Kata Ganti bentuk 1, 2, 3
Tips Belajar Cepat Bahasa Inggris
03.
Mengenal Warna
Tobe
Pengucapan Bahasa Inggris
04.
Mengenal Kata Ganti
Membuat Kalimat
Membuat dan Mengartikan Kalimat
05.
Nama Nama Hewan
Nyanyian Anak Anak dalam Bahasa Inggris
Menhafal Lagu Bahasa Inggris