LAPORAN
INDIVIDUAL
KKN TAHUN 2017
OPTIMALISASI
POTENSI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN HIDUP YANG PRODUKTIF
Oleh :
Devi
Nurhasanah
Nim :
1134010028

PUSAT
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
LEMBAGA
PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
LEMBAR
PENGESAHAN
Laporan
individu Hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan basis pengabdian kepada
masyarakat di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut dengan judul
“Pendampingan Membangun Kesadaran Masyarakat Dalam Mewujudkan Kehidupan Yang
Produktif” telah diperiksa dan disahkan pada tanggal 15 Maret 2017.
Dosen Pembimbing
Lapangan Kepala
Pusat Pengabdian Kepada
Masyarakat-LP2M UIN SGD Bandung
Elisa Kurniadewi,
S.Ag., S.Psi., M.Psi Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag
Nip :
19781006200801200 Nip : 197210302001121002
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga program Kuliah Kerja Nyata Sisdamas
2017 di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut ini dapat
terlaksana dan terselesaikan dengan baik.
Laporan KKN ini disusun sebagai
bentuk pertanggungjawaban tertulis kami selama pelaksanaan KKN di dusun 1 Desa
Sukamukti dan Desa Sukamukti pada umumnya, dari tanggal 09 Februari sampai
dengan 09 Maret 2017.
Kami menyadari bahwa keberhasilan dan terlaksananya program-program yang telah
kami laksanakan bukanlah keberhasilan individu maupun kelompok. Untuk itu, saya
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.
Orangtua saya yang telah memberikan dukungan moral dan material
2.
Bapak Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si selaku rektor UIN SGD Bandung
3.
Dr. Munir, MA selaku Ketua LP2M UIN
SGD Bandung
4.
Ibu Elisa Kurniadewi, S.Ag.,
S.Psi., M.Psi., selaku Dosen Pembimbing Lapangan
5.
Camat Banyuresmi beserta stafnya
6.
Bapak Dadan Hamdani, Lurah
Sukamukti beserta seluruh perangkat
desa yang telah membantu memperlancar program-program kami
7.
Bapak Tatang selaku kepala dusun 1 Sukamukti atas segala bantuan dan
arahannya
8.
Tokoh-tokoh masyarakat dan warga masyarakat Sukamukti yang telah bersedia
menerima dan membantu kami selama melaksanakan program KKN
9.
Rekan-rekan KKN satu kelompok yang telah membantu selama kegiatan
berlangsung
10. Rekan-rekan KKN di
Kecamatan Banyuresmi yang telah bersedia memberikan bantuan dan sarannya
kepada kami sehingga program yang kami rencanakan berjalan dengan baik
11.
Tidak lupa juga kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu
pelaksanaan KKN di Lokasi 30 yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu
Semoga itikad
dan amal baik yang telah diberikan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Tak lupa kami haturkan maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan dan
kekurangan dalam melaksanakan program-program kami selama kami melaksanakan KKN
di Desa Sukamukti Selama satu bulan lamanya.
Pada akhirnya,
kami berharap kegiatan KKN ini dapat berguna bagi masyarakat Desa Sukamukti
dalam proses pemberdayaan masyarakat desa. Aamiin.
Garut, 09 Maret 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................... ii
DAFTAR TABEL................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................................ ii
RINGKASAN EKSEKUTIF............................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Permasalahan.................................................................................................. 1
B.
Metode yang digunakan................................................................................. 2
BAB II GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
A.
Monografi Desa.............................................................................................. 3
B.
Kondisi Masyarakat Sasaran.......................................................................... 5
BAB III PROSES PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT
A.
Tahapan Pengabdian Kepada
Masyarakat.................................................... 10
B.
Partisipasi dan Pelibatan
Masyarakat Sasaran.............................................. 10
C.
Hasil Pengabdian kepada Masyarakat.......................................................... 10
D.
Faktor Pendukung dan Penghanmbat.......................................................... 10
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.
Kesimpulan................................................................................................... 10
B.
Rekomendasi................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 10
LAMPIRAN........................................................................................................ 10
DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 : Kegiatan
Kepemudaan......................................................................... 12
TABEL 1.2 : Metode yang digunakan....................................................................... 40
TABEL 2.1 : Sarana Ibadah....................................................................................... 48
TABEL 2.2 : Sarana
Pendidikan................................................................................ 51
TABEL 3.1 : Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat.................................................... 55
DAFTAR GAMBAR
ABSTRAK
KKN SISDAMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kelompok 30
DUSUN SATU
DESA SUKAMUKTI KECAMATAN BANYURESMI
KABUPATEN GARUT
Oleh :
Devi
Nurhasanah
1134010028
Setelah
mengadakan pengamatan langsung di dusun satu desa sukamukti tidak banyak
permasalahan yang dialami oleh warga dusun satu desa sukamukti kecamatan
banyuresmi kabupaten Garut. Berdasarkan data yang diperoleh, dusun satu
terbagi dalam 14 RT dan 3 RW yaitu RT 1, 2, 3, 4 dan 5 dan RW 05, 06 dan 10.
Sebagian besar
penduduknya memeluk agama Islam. Penduduk dusun satu mayoritas berprofesi
sebagai petani / pekebun, peternak dan karyawan swasta. Namun, ada juga
beberapa yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Lokasi desa sukamukti
yang terletak didekat pariwisata situ bagendit yang juga menjadi sumber mata
pecaharian warga desa dengan menangkap ikan dan budidaya eceng gondok, tidak
hanya dimanfaatkan untuk konsumsi sehari hari tetapi juga dijadikan sebagai
produk makanan khas bagendit dan souvenir khas bagendit yang telah dipasarkan
disekitar tempat wisata. Bahkan olahan makanan ikan bagendit tidak hanya
terkenal di tingkat desa namun juga tingkat kabupaten Garut.
Dari
penelitian diperoleh hasil bahwa masyarakat desa Sukamukti telah mampu
memberdayakan potensi lingkungan, namun tidak ada salahnya jika ditambahkan
pengetahuan lain untuk warga di desa sukamukti. Untuk itu saya coba merancang
program selama satu bulan yang terbagi dalam dua klasifikasi program yaitu
program utama dan program penunjang. Program utama yaitu penyuluhan kepada
masyarakat dibidang pengembangan kewirausahaan, kesehatan, pendayagunaan limbah
tak terpakai, bimbingan kelompok bagi Pemuda tentang keorganisasi, penyuluhan
narkoba, penyuluhan penanggulangan sampah dan bimbingan belajar Bahasa Inggris dan Training Motivasi bagi anak anak agar
memiliki motivasi melanjutkan sekolah.
Dari kegiatan-kegiatan yang saya laksanakan, hampir seluruhnya mendapatkan
sambutan yang positif dari warga terutama oleh ibu ibu dan anak-anak karena
program yang diadakan dirasa sangat tepat dalam membangun kegiatan yang
sebelumnya belum ada atau tidak berjalan di dusun satu desa sukamukti. Secara garis
besar pelaksanaan program individu dalam KKN Sisdamas di dusun satu, desa
sukamukti, Banyuresmi Garut ini berjalan dengan baik dan tidak mengalami
masalah yang cukup serius.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Permasalahan
Setiap lapisan
masyarakat yang hidup disuatu daerah dari berbagai lapisan pasti memiliki
permasalahan, entah permasalahan itu berasal dari dalam masyarakatnya ataupun
dari luar, perbedaan pendapat, ketidakmerataan hak dan kewajiban tanggung jawab
dan lain lain. Setiap manusia yang bermasyarakat pasti akan mengalami hal
demikian. Berikut akan dijelaskan mengenai permasalahan umum yang terdapat
dimasyarakat khususnya di Masyarakat Dusun Satu Desa Sukamukti Garut.
1.
Ekonomi
Mata pencaharian warga dusun satu desa sukamukti sebagian besar adalah
petani, peternak, pekerja bangunan dan pencari ikan, namun ada beberapa warga
yang berprofesi sebagai PNS dan Pegawai swasta.
Dusun satu desa sukamukti
memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya
petani sebagai mata pencaharian utama. Hampir sebagian besar bagian Dusun satu dikelilingi
oleh sawah dan lahan perkebunan. Dengan kondisi
alam yang demikian, warga sekitar memanfaatkan lahan yang ada sebagai mata
pencaharian. Namun diantara banyaknya warga sukamukti, hanya sebagian warga
yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan, banyak warga yang menjadi buruh
tani, buruh perkebunan, dan menjadi pekerja bangunan. Oleh karenanya terdapat
banyak warga sukamukti yang berada dalam ekonomi menengah kebawah.
Selain banyaknya warga yang berada dalam garis ekonomi menengah kebawah,
juga banyaknya para generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan sampai SMA.
Hal tersebut terjadi karena kurangnya kesadaran para generasi muda akan
pentingnya pendidikan, sehingga anak sebagai generasi yang diharapkan mampu
memulihkan perekonomian tidak mampu banyak merubah keadaan karena terbatas oleh
pendidikan.
2.
Kesehatan
Wilayah daerah
sukamukti merupakan daerah yang luas dengan hamparan perkebunan, pesawahan dan
juga lahan, sehingga jarak dari satu RW ke RW lain sangat berjauhan, begitu pula
dengan adanya fasilitas desa seperti kantor desa dan puskesmas yang menjadi
pusat kesehatan masyarakat sangat jauh untuk dijangkau oleh masyarakat, tak
ayal dalam mengatasi berbagai gejala penyakit ringan, warga lebih memilih
mengobati dengan obat warung dan obat herbal buatan.
Selain jauhnya
fasilitas kesehatan bagi masyarakat, kurangnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya kebugaran dalam menunjang kesehatan juga menjadi salah satu masalah
yang harus digaris bawahi dalam masalah kesehatan warga, lebih banyak waktu
yang dihabiskan untuk hal hal lain dan mengesampingkan olahraga sebagai
kegiatan untuk menjaga kebugaran.
3.
Lingkungan
Masalah
lingkungan dimanapun sepertinya tidak akan terlepas dari masalah sampah, begitu
juga masalah lingkungan dipedesaan, kurangnya pengetahuan masyarakat akan
tempat penanggulangan sampah dan bagaimana sampah dapat didaur ulang juga
menjadi masalah yang kami garis bawahi. Bahwa sebenarnya jika kita mengetahui
cara menanggulangi sampah, kita bisa meminimalisir penumpukan sampah yang
mencemari lingkungan.
4.
Sosial
Masalah sosial
yang kami temukan dikalangan masyarakat desa sukamukti yang perlu mendapat
perhatian lebih adalah masalah sosial dikepemudaan, karena pemuda merupakan
regenerasi dari masyarakat yang menjalankan roda pembangunan yang ada disuatu
lingkungan. Maka penting dalam masa muda untuk dijadikan masa belajar,
melakukan kegiatan positif untuk membentuk pribadi yang sesuai dan menjadi
bekal untuk kehidupan dimasa yang akan datang.
Kurangnya
kegiatan kegiatan positif di kepemudaan bisa menjadi salah satu penyebab pemuda
mengalihkan diri pada kegiatan (negative) lain. Oleh karena itu penting untuk
melaksanakan kegiatan kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh pemuda.
Berikut table
kegiatan kepemudaan disudun satu desa sukamukti :
Tabel. 1.1
Kegiatan Kepemudaan
|
RW
|
Kegiatan
Kepemudaan
|
|||
|
Olahraga
|
Kesenian
|
Struktur
Kepemudaan
|
Ikatan
Remaja Masjid
|
|
|
05
|
Volleyball
|
Marawis
|
-
|
-
|
|
06
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
10
|
Volleyball
|
Pencak silat
|
-
|
-
|
Kurangnya
kegiatan kepemudaan dan tidak dadanya struktur organusasi kepemudaan dan ikatan
remaja masjid di dusun satu desa sukamukti menjadi masalah yang kami garis
bawahi dalam masalah sosial kepemudaan.
5.
Pendidikan
Penguasaan
bahasa inggris pada era saat ini sangatlah penting. Tidak hanya bagi masyarakat
diperkotaan tapi juga masyarakat pedesaan. Apalagi dengan adanya MEA persaingan
dunia kerja tidak hanya menjadi persaingan nasional tapi juga internasional.
Untuk itu penting selain memiliki pengetahuan yang banyak juga memiliki kemampuan
berbahasa internasional yaitu berbahasa inggris.
Pendidikan
berbahasa inggris bagi anak sekolah merupakan hal penting yang harus didapatkan
oleh semua peserta didik yang masih duduk dibangu sekolah. Keahlian guru
pengajar dalam bidangnya juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan
dalam memberikan pembelajaran bahasa inggris. Dalam membantu guru sekolah
memberikan pembelajaran bahasa inggris perlu adanya bimbingan belajar yang
dilakukan secara khusus diluar jam sekolah, maka hal demikian kami jadikan
solusi dari permasalahan memaksimalkan pembelajaran bahasa inggris bagi anak
sekolah.
B.
Metode yang digunakan
Dalam
mengatasi masalah yang terdapat di dusun satu desa sukamukti, maka dipilih
beberapa program dengan metode untuk menyelesaikan masalah tersebut sebagai
berikut :
Tabel 1.2 Metode yang digunakan
|
No.
|
MASALAH
|
METODE
|
|
1
|
EKONOMI
|
Metode yang digunakan dalam mengtasi masalah
perekonomian di dusun satu desa sukamukti adalah dengan melaksanakan sxbah
limbah hayati yang tidak terpakai yang bisa menghasilkan produk yang memiliki
nilai jual sehingga membantu perekonomian warga. Selain menggunakan metode
pelatihan, juga digunakan metode ujicoba dengan mempraktekan secara langsung
pembuatan produk produk makanan dari limbah hayati.
|
|
2
|
KESEHATAN
|
Metode yang
digunakan dalam mengatasi masalah kesehatan pada warga yaitu dengan
mengguunakan metode pelatihan dan uji coba, serta menggunakan metode
pendampingan masyarakat. Salah satu program yang menggunakan metode pelatihan
dan uji coba adalah dengan mengadakan penyuluhan tentang kesehatan pencernaan
dan memberikan pelatihan tentang bagaimana membuat obat alami permentasi buah
buahan yaitu enzim, serta melakukan ujicoba dengan langsung mempraktekan
pembuatan enzim tersebut.
Dan program
lain yang menggunakan metode pendampingan masyarakat adalah pendampingan
masyarakat dalam mengadakan kegiatan senam rutin mingguan bersama lembaga
senam jantung sehat.
|
|
3
|
LINGKUNGAN
|
Metode yang digunakan dalam
mengatasi masalah lingkungan khususnya sampah yaitu dengan metode pembelajaran,
mengadakan penyuluhan yang dikemas dalam bentuk pelatihan pembuatan alat
pupuk dari bahan bahan organic.
|
|
4
|
SOSIAL (KEPEMUDAAN)
|
Metode yang digunakan dalam
mengatasi masalah sosial khusunya dikepemudaan adalah dengan mengadakan
bimbingan kepada pemuda pemuda desa tentang Keorganisasian dan pendampingan
dalam pembentukan Ikatan Remaja Masjid.
Program lain dibidang sosial
kepemudaan adalah mengadakan penyuluhan Anti Narkoba yang dilaksanakan dengan
bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut.
|
|
5
|
PENDIDIKAN
|
Metode yang
diganakan dalam mengatasi masalah pendidikan yaitu dengan metode
pembelajaran, mengadakan bimbingan belajar bahasa inggris bagi Paud, SD dan
SMP.
Selain mengadakan bimbingan
belajar, juga diadakan Training Motivasi bagi anak anak SMP dan SMA agar
memiliki motivasi untuk menyelesaikan wajib belaja 12 Tahun.
|
BAB II
GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN
A.
Monografi Desa
Dusun satu desa Sukamukti merupakan
salah satu dusun di Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Dusun
satu desa sukamukti berbatasan langsung dengan dudun dusun lain disekitarnya
yakni dusun dua, dusun tiga, dan juga berbatasan langsung dengan desa lain
yaitu Desa Sukaratu.
Sebagian besar penduduk dusun satu
berprofesi sebagai petani. Hal itu sesuai dengan keadaan alam yang wilayahnya
banyak terdapat sawah. Jumlah warga di dusun Jagalan ini ada sekitar 900 yang
terdiri dari 252 kepala keluarga, yang terbagi atas 14 RT dan tiga RW yaitu RT
1, 2, 3, 4 dan 5 dan RW 05, 06 dan 10.
Organisasi manyarakat di dusun satu
sukamukti antara lain RT, RW, PKK, kelompok tani, dan sanggar silat. Sedangkan
sebagian masyarakatnya menganut agama Islam.
Terdapat berbagai permasalahan
pokok di dusun satu sukamukti yang perlu mendapat perhatian maupun bantuan agar
masalah-masalah tersebut dapat diatasi demi mewujudkan desa yang mandiri dan
memiliki daya saing yang tinggi.
1.
Latar Belakang
a. Letak Dusun Satu Desa
Sukamukti
Dusun Satu Desa Sukamukti, merupakan
sebuah Dusun dengan lokasi yang cukup strategis. Dusun tersebut berada di
wilayah Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi,
Kabupaten Garut, dengan batas – batas wilayah sebagai berikut :
1)
Sebelah Utara : Dusun Dua
2)
Sebelah Timur : Dusun Tiga
3)
Sebelah Selatan : Desa Sukaratu
4)
Sebelah Barat : Desa
Pamekarsari
b.
Aksesibilitas
Luas areal yang sedemikian itu
terbagi menjadi 14 Rukun Tetangga ( RT ), yaitu RT. 01, RT. 02, RT 03, RT 04 dan RT 05.
Jumlah penduduk Dusun satu secara
keseluruhan ± 900 dengan jumlah
Kepala Keluarga (KK) ± 251.
2.
Kondisi Alam dan Potensi Fisik
Dari uraian sebelumnya, bahwa Dusun satu desa sukamukti memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Hal ini dibuktikan dengan
banyaknya petani sebagai mata pencaharian utama. Hampir sebagian besar bagian
Dusun satu dikelilingi oleh sawah dan
lahan perkebunan.
3.
Kondisi Perekonomian
Mata pencaharian penduduk dusun satu desa sukamukti sebagian besar adalah
petani, peternak, namun ada beberapa warga yang berprofesi sebagai PNS dan
Pegawai swasta.
B.
Kondisi Masyarakat Sasaran
1. Agama
Penduduk di Dusun Jagalan mayoritas beragama Islam.
Jumlah sarana
ibadah sebagai berikut :
Tabel 2.1
Sarana Ibadah
|
RW
|
Sarana Ibadah
|
|
|
Masjid
|
Mushola
|
|
|
RW 05
|
1
|
-
|
|
RW 06
|
1
|
2
|
|
RW 10
|
1
|
1
|
2.
Pendidikan
Tabel 2.2 Sarana Pendidikan
|
RW
|
Sarana Pendidikan
|
|||
|
Paud
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
|
|
05
|
-
|
2
|
-
|
-
|
|
06
|
1
|
-
|
-
|
-
|
|
10
|
1
|
-
|
1
|
-
|
3.
Kesehatan
Sarana dan
prasarana di bidang kesehatan di Dusun satu desa Sukamukti adalah Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU).
4.
Kesenian dan Olahraga
Jenis kesenian yang ada di Dusun Jagalan terdiri dari :
a.
Kesenian Pencak Silat
b.
Kesenian Rebana
5.
Organisasi yang berkembang
Organisasi
kemasyarakatan yang berkembang di dusun Satu Sukamukti adalah RT, RW, PKK, Posyandu,
Kelompok Pertanian, Perikanan,dan Organisasi
Kepemudaan.
6. Sarana
olahraga
Adapun sarana
olahraga yang terdapat di dusun datu desa sukamukti yaitu :
Lapangan volly : 2 buah.
7.
Kondisi Pemerintahan dan Kelembagaan (Aparatur
Dusun)
Pemerintahan
Dusun Satu Desa Sukamukti kurang berjalan lancar. Susunan aparat pemerintahan
Dusun Satu Desa Sukamukti hanya terdiri dari LPMD (Lembaga Pemberdayaan
Masyarakat Desa ), kelompok tani dan PKK, sedangkan keberadaan Karang Taruna,
Lembaga Keremajaan, Kewirasusahaan warga dari program LPMD dan Sarana
Pendidikan seperti TPA belum tersedia. Selain itu jarangnya dilaksanakan
pertemuan rutin antar warga untuk berkomunikasi antar masyarakat dalam
membahas masalah sekitar.
BAB III
PROSES
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
A. Tahapan Pengabdian kepada
Masyarakat
Tahap tahap
dari pengabdian kepada masyarakat yang kami tuangkan dalam bentuk program yang
dibuat bersama masyarakat, dapat kami uraikan sebagai berikut :
1.
Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Ekonomi
Pengabdian
dalam mengatasi masalah perekonomian di dusun satu desa sukamukti adalah dengan
melaksanakan penyuluhan dan pembelajaran serta pelatihan pembuatan produk
produk makanan yang beasal dari limbah hayati yang tidak terpakai agar bisa
menghasilkan produk yang memiliki nilai jual sehingga membantu perekonomian
warga.
Tahapan dari
pelaksanaan penyuluhan ini dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Tahap Perencanaan
Dalam tahap
perencanaan, program ini muncul dan disepakai oleh masyarakat beserta mahasiswa
saat dilaksanakan rembug warga. Untuk mengatasi masalah perekonomian, mahasiswa
memberikan ide untuk membangun kewirausahaan dari bahan bahan yang tidak
terpakai untuk dijadikan produk makanan yang bisa menghasikan nilai jual dan
menambah penghasilan. Peneliti disini terlibat sebagai salah satu perencana
dalam mengadakan kegiatan.
b. Tahap Persiapan
Tahap
pelaksanaanya adalah terlebih dahulu meminta ijin kepada aparatur desa, dusun,
RW dan RT untuk dilaksanakannya kegiatan penyuluhan kewirausahaan dan pembuatan
produk makanan. Setelah mendapatkan izin, barulah mahasiswa beserta aparatur
Desa, Dusun, Ketua RW dan RT menginformasikan kepada seluruh warga untuk
menghadiri kegiatan tersebut ditempat dan waktu yang telah disepakati.
Peneliti dalam
tahap pelaksanaan membantu dalam mengkomunikasikan kegiatan kepada RW, Ibu ibu
PKK dan menginformasikan di Mushola dan masjid masjid yang ada di sekitar.
c. Tahap Pelaksanaan
Dalam tahap
pelaksanaannya, warga berkumpul disuatu tempat yang bisa menampung banyak warga
dan masih menyisakan tempat untuk dijadikan tempat praktek, pelaksanaan
kegiatan ini dilaksanakan dua kali, karena perhitungan satu RW lain memiliki
jarak yang cukup jauh dibanding 2 RW lain pelaksanaan pertama dilaksanakan di
RW. 10 Kampung Sukasari di aula posyandu pada hari minggu 19 Februari 2017,
dihadiri juga oleh warga RW 05. Warga yang hadir kurang lebih 50 Ibu Rumah
Tangga. Pelaksanaan kedua dilaksanakan hari kamis 23 Februari 2017 di RW 06
diruangan Paud Al-Bahrudin RT. 01 RW. 06 Desa Sukamukti. Dihari oleh kurang
lebih 50 Ibu Ibu rumah tangga.
Dalam
prakteknya, pertama tama mahasiswa memberikan penyuluhan tentang materi dari
produk kewirausahaan yang akan dibuat bagaimana setiap bagian dari bahan hayati
bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat jika kita
mengetahuinya. Setelah penyampaian materi selesai, barulah mahasiswa
mempraktekan pembuatan produk kewirausahaan dari limbah hayati tak terpakai.
Produk yang dibuat adalah donat dari kulit buah pisang. Pertama kulit buah
pisang dipotong kecil, kemudian direbus, dan diblender hingga lembut dan
disatukan dengan adonan donat, terigu, mentega, telur, gula, dan pengembang
donat. Setelah adonan dicampur merata barulah adonan digoreng, dan setelah
digoreng untuk mempercantik tampilan, diatas donat diberikan toping berbagai
rasa.
Selain pembuatan produk donat, dibuat juga pembuatan
selai dari kulit buah naga, prosesnya kulit buah naga di blender secara halus
dengan ditambahkan air, kemudian dimasak di wajan dengan dicampurkan gula dan
penguat rasa (sitrun).
Peneliti dalam tahap pelaksanaan bertindak sebagai MC
atau pemandu acara dari awal hingga akhir kegiatan berlangsung.
d. Tahap Akhir
Akhir dari tahap
kegiatan ini adalah dihasilkannya suatu produk makanan yang memiliki nilai jual
dan rasa yang lezat juga bergizi. Dalam pembuatannya kita bisa menghemat ¼
terigu dari 1 kg tepung adonan donat, dan kulit buah naga yang biasanya selalu
dibuang, kini bisa menjadi selai yang enak untuk disantap dengan roti. Dengan
demikian selain bergizi tinggi, dengan menggunakan limbah dari bahan hayati
juga bisa menghemat anggaran pembuatan produk yang enak dan bergizi ini.
2.
Tahap Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Kesehatan
Dalam
pengandian mengatasi masalah kesehatan, dilakukan dua program yaitu penyuluhan
dan pelatihan pembuatan enzim untuk kesehatan pencernaan dan pendampingan
masyarakat dalam mengadakan kegiatan olahraga senam jantung sehat. Pertama akan
kami uraikan tahapan pelaksanaan program penyuluhan kesehatan dan pembuatan
enzim.
Tahap tahap
pelaksanaan penyuluhan kesehatan dan pembuatan enzim sama dengan tahapan
pelaksanaan penyuluhan kewirausahaan pembuatan produk dari bahan hayati, karena
pelaksanan keduanya di gabungkan diwaktu dan tempat yang sama, maka segala
tahapan dari perencanaan, persiapan seluruhnya sama. Hanya berbeda dalam
pelaksanaan dan akhir.
Dalam pelaksanaan
pembuatan enzim, pertama tama daging buah naga di masukan kedalam toples yang
bersih dan steril, lapisi dengan gula merah, lapisi lagi dengan buah naga,
kemudian gula merah dan jeruk nipis, tutup toples dengan sangat rapat sehingga
tidak ada udara yang masuk kedalam.
Tahap akhir,
toples yang telah dititup rapat disimpan selama dua minggu untuk permentasi,
lebih lama maka lebih baik, dan setelah permentasi maka enzim bisa dimakan
untuk melancarkan pencernaan.
Dalam program
ini pengabdian yang dilakukan oleh peneliti serupa dengan yang dilakukan
dikegiatan yang diuraikan sebelumnya, yaitu mengkomunikasikan kegiatan kepada
ketua RW, RT dan warga disekitar.
Program kedua
dalam pengabdian mengatasi masalah kesehatan masyarakat adalah gebrakan
mengadakan olahraga senam jantung sehat yang sebelumnya belum pernah ada.
Tahapan yang kami lalui diantaranya sebagai berikut :
a. Tahap Perencanaan
Perencanaan
kegiatan ini dirumuskan ketika dilaksanakan rembug warga bersama masyarakat,
karena tidak adanya kegiatan olahraga dikalangan ibu ibu yang rutin dilaksanakan,
mahasiswa beserta masyarakat sepakat untuk mengadakan kegiatan senam yang
bekerja sama dengan Senam Jantung Sehat.
b. Tahap Persiapan
Persiapan
pelaksanaan kegiaran ini dimulai dengan meminta izin dari berbagai pihak
seperti Ketua RW, RT dan pemilik lapangan.setelah mendapatkan izin, mahasiswa
menghubungi lembaga jantung sehat untuk menerjunkan instruktur senam di RW
tersebut, setelah mendapat persetujuan dari senam jantung sehat, barulah para
mahasiswa mengumumkan akan dilaksanakannya kegiatan ini pada tempat dan waktu
yang telah ditentukan.
c. Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan
perdana senam jantung sehat khususnya di RW. 06 Dusun satu desa sukamukti
dilaksanakan pada hari sabtu 25 Februari 2017 dilapangan warga yang bernama Pak
Ujang di RT. 03 RW. 06. Dimulai dari pukul 07.00 hingga 08.30. setiap warga
mengumpulkan dana Rp.5000/Orang untuk membayar jasa instruktur senam yang
setiap kali menginstrukturi mematok harga Rp.100.000. kegiatan perdana ini
dihadiri oleh 40 ibu ibu di RW. 06 Desa sukamukti.
d. Tahap akhir
Masyarakat
yang mengikuti senam jantung sehat mengikuti kegiatan senam selama 1,5 jam dan
merasakan tubuhnya lebih ringan dan segar setelah mengikuti kegiatan senam.
Dalam program
ini peneliti menjalankan pengandian kepada masyarakar dalam tugas menjembatani
komunikasi warga kepada lembaga jantung sehat, juga memberikan motivasi kepada
para warga tentang pentingnya menjaga kebugaran untuk kesehatan dan mengajak
seluruh warga untuk mengikuti kegiatan dengan memberikan informasi di pengeras
suara yang ada di masjid masjid.
3.
Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Lingkungan
Dalam
mengatasi masalah lingkungan, mahasiswa KKN di kecamatan Banyuresmi sepakat
untuk mengadakan kegiatan penyuluhan pengelolaan sampah. Adapun tahap tahapnya
dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Tahap perencanaan
Mahasiswa KKN
beserta Dosen Pembimbing Lapangan merumuskan rencana pelaksanaan kegiatan
penyuluhan berdasarkan pengamatan yang dilakukan di Banyuresmi yang masih memiliki masalah lingkungan khusunya
masalah sampah.
b. Tahap persiapan
Mahasiswa KKN
dan Dosen pembimbing lapangan membentuk kepanitiaan untuk mempersiapkan
kegiatan mulai dari perizinan kepada perangkat kecamatan, menghubungi Lembaga yang
bergerak dibidang pengembangan lingkungan untuk menjadi pemateri di penyuluhan,
hingga menginformasikan ke seluruh masyarakat di Kecamatan Banyuresmi.
c. Tahap pelaksanaan
Pelaksaan
kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di aula desa pamekarsari kecamatan
banyuresmi pada hari Selasa 21 Februari 2017. Dihadiri oleh Camat Banyuresmi,
kepala desa pamekarsari, Dosen pembimbing lapangan dan perwakilan warga dari
seluruh RW di desa desa yang ada di Banyuresmi.
Dalam puncak
kegiatannya pemateri menjelaskan mengenai jenis jenis sampah, tempat pembuangan
sampah, pembuatan alat untuk menciptakan pupuk organik dan menciptakan
kerajinan kerajinan berbahan dasar sampah yang tidak terpakai.
d. Tahap akhir
Masyarakat
bersedia untuk membuat alat pupuk organik dan dalam prosesnya lembaga
pengembangan lingkungan yang menjadi pemateri di penyuluhan siap untuk
mengawasi dan mengevaluasi setiap proses hingga mencapai keberhasilan dalam
membuat pupuk organik.
Pengabdian
yang dilakukan peneliti dalam program ini adalah dengan mengkominkasikan
kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian menginformasikan kembali materi yang
telah disampaikan kepada warga yang tidak mengikuti kegiatan penyuluhan
tersebut.
4.
Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Sosial (Kepemudaan)
Terdapat dua
program dilaksanakan dalam pengabdian mengatasi masalah sosial dikepemudaan.
Diantaranya mengadakan penyuluhan anti narkoba bersama BNNK Garut, dan
Bimbingan kepada pemuda tentang Keorganisasian serta pembentukan remaja masjid.
Adapun tahapan tahapan nya akan kami awali dari program penyuluhan anti narkoba
yang tahapannya sebagai berikut :
a. Tahap perencanaan
Mahasiswa
merumuskan rencana penyuluhan berdasarkan hasil dari penelusuran yang dilakukan
mengenai masalah masalah yang dialami para generasi muda.
b. Tahap persiapan.
Mahasiswa
Peserta KKN di Desa sukamukti menyusun kepanitiaan untuk mempersiapkan
pelaksanaan kegiatan. Mulai dari perizinan, komunikasi dengan BNNK, perangkat
desa, warga, para pemuda, dan teknis acara.
c. Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan
kegiatan penyuluhan BNNK Garut ini dilaksanakan di Aula Madrasah RW. 07 Dusun 2
desa sukamukti. Dihadiri perangkat desa, ketua BNNK Garut, warga, dan para
siswa siswi SMP yang berjumlah 70 orang. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari
jum’at 24 Februari 2017.
Dalam
pelaksanaannya, team dari BNNK menyampaikan materi mengenai Narkoba, Jenis dan
Bahaya yang ditimbulkan. Peneliti dalam pelaksanaan ini bertindak sebagai MC.
d. Tahap Akhir
Peserta KKN
melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan apakah kegiatan
yang berlangsung tersampaikan dan dapat diterima oleh peserta kegiatan atau
tidak.
Program kedua dari pengabdian dalam mengatasi masalah
sosial dikepemudaan adalah mengadakan bimbingan kepada pemuda mengenai
keorganisasian dan pembentukan remaja masjid, adapun tahapan tahapannya sebagai
berikut :
a. Tahap perencanaan
Perencanaan
program kegiatan dirumuskan ketika dilaksanakan rembug warga, disepakati oleh
warga, pemuda dan mahasiswa peserta KKN.
b. Tahap Persiapan
Peneliti
selaku ketua di bidang kepemudaan menjalankan tugas untuk persiapan kegiatan
dari mulai komunikasi dengan RW, RW setempat, mempersiapkan tempat, dan menjadi
pemateri dalam kegiatan bimbingan tersebut.
c. Tahap pelaksanaan
Pelaksanaan
dilaksanakan pada hari sabtu 04 maret 2017 di aula posyandu RT. 01 RW. 10 Desa
Sukamukti dengan dihadiri ketua RT, RW, Sesepuh Desa dan para pemuda di RW 10
yang berjumlah 50 orang.
Materi yang
disampaikan adalah mengenai Organisasi, pengertian, Hakikat dan segala hal yang
terdapat dalam organisasi/kepemimpinan. Setelah bimbingan selesai dilaksanakan
peneliti selaku MC dan Pemateri melanjutkan acara pada pembentukan Ikatan
remaja masjid dengan menjadi Pemandu Acara pembentukan Ikatan remaja masjid.
d. Tahap Akhir
Dari bimbingan
yang dilaksanakan, peserta kegiatan memahami dengan baik dibuktikan dengan
banyaknya pertanyaan yang diajukan. Dan dari pembentukan IRM pula telah
dihasilkan IRM baru di RW. 10 Desa Sukamukti dengan diketuai pemuda dari RT. 01
RW. 10.
5.
Tahapan Pengabdian dalam Mengatasi Masalah Pendidikan
Tahapan dalam melaksanakan pengabdian dalam mengatasi masalah pendidikan
yaitu dengan mengadakan bimbingan belajar bahasa inggris bagi Paud, SD dan SMP.
Selain
mengadakan bimbingan belajar, juga diadakan Training Motivasi bagi anak anak
SMP dan SMA agar memiliki motivasi untuk menyelesaikan wajib belaja 12 Tahun.
Adapun tahap tahapnya yaitu sebagai berikut :
a.
Tahap perencanaan
Perumusan
program kegiatan ini ketika peneliti melihat kondisi dari kemampuan anak anak
sekolah yang datang ke posko KKN akan bahasa Inggris yang sangat rendah. Maka
dari itu peneliti berencana untuk mengadakan suatu program bimbingan belajar
bahasa inggris bagi anak sekolah tingkat PAUD, SD dan SMP.
b.
Tahap Persiapan
Peneliti
merumuskan materi apa saja yang akan diberikan secara khusus untuk Paud, SD,
dan SMP.
c.
Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan
dilakukan setiap hari di posko KKN peneliti yaitu di RT. 04 RW. 06 Dusun satu
Desa Sukamukti, peserta yang mengikuti bimbingan kurang lebih 25 orang dari
tingkat paud, SD, dan SMP
d.
Tahap Akhir
Untuk
mengevaluasi sejauh mana penerimaan materi bimbingan yang diampaikan, peneliti
memberikan soal berisi materi materi yang telah disampaikan..
B. Partisipasi dan Pelibatan
Masyarakat Sasaran
Partisipasi dan pelibatan
masyarakat sasaran dalam berbagai kegiatan dapat dijelaskan dalam tabel berikut
ini :
Tabel 3.1
Partisipasi dan Pelibatan Masyarakat
|
No.
|
Kegiatan
|
Partisipasi / Pelibatan Masyarakat
|
|
1
|
Penyuluhan Kewirausahaan dan Pelatihan
Pembuatan Produk Kewirausahaan dari Bahan Limbah Hayati
|
a.
Ketua RW
b.
Ketua RT
c.
Tokoh Masyarakat
d.
PKK
e.
Warga masyarakat
f.
Mahasiswa Peserta KKN
|
|
2
|
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan dan Pelatihan
Pembuatan Enzim
|
a.
Ketua RW
b.
Ketua RT
c.
Tokoh Masyarakat
d.
PKK
e.
Warga masyarakat
f.
Mahasiswa Peserta KKN
|
|
3
|
Pendampingan Masyarakat dalam melaksanakan
kegiatan Olahraga senam Jantung Sehat
|
a.
Ketua RW
b.
Ketua RT
c.
PKK
d.
Warga masyarakat
e.
Mahasiswa Peserta KKN
|
|
4
|
Penyuluhan Pengelolaan Sampah
|
a.
Ketua Camat
b.
Kepala Desa dan Staf
c.
Dosen Pembimbing Lapangan
d.
Lembaga Paragita
e.
Ketua RW
f.
Tokoh Masyarakat
g.
PKK
h.
Kader Posyandu
i.
Warga
j.
Mahasiswa Peserta KKN
|
|
5.
|
Bimbingan Keorganisasia dan Pembentukan
Ikatan Remaja Masji
|
a.
Ketua RW
b.
Ketua RT
c.
Tokoh Masyarakar
d.
Pemuda Desa dari mulai SMP, SMA dan Pemuda Desa
e.
Mahasiswa Peserta KKN
|
|
6.
|
Bimbingan Belajar Bahasa Inggris
|
a.
Anak Sekolah Tingkat Paud, SD dan SMP
b.
Mahasiswa Peserta KKN
|
C. Hasil Pengabdian kepada
Masyarakat
Dari berbagai macam
kegiatan program yang telah dilaksanakan selama satu bulan maka dapat dilihat
hasil sebagai berikut :
1. Masyarakat mampu
mengoptimalkan penggunaan bahan bahan limbah yang tidak terpakai menjadi produk
yang bermanfaat, bergizi, dan bisa dengan mudah diaplikasikan dirumah juga bisa
menjadi ide untuk membuka usaha baru.
2. Masyarakat lebih memiliki
kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan, hasil itu juga dapat dilihat dari
berjalannya secara continue kegiatan senam jantung sehat setiap minggu.
3. Masyarakat dapat
mengetahui bagaimana cara pengelolaan sampah yang benar dan bagaimana sampah
tersebut bisa didaur ulang menjadi pupuk yang sangat bermanfaat untuk pertanian
dan perkebunan juga mampu menghasilkan kerajinan kerajinan unik, kreatif dan
memiliki nilai jual.
4. Masyarakat khususnya para
generasi muda lebih memiliki wawasan tentang narkoba dan mampu menghindari
bahaya narkoba.
5. Para pemuda memiliki
pemahaman lebih tentang keorganisasian sehingga mampu diaplikasikan dalam
berorganisasi di kepemudaan, dan terbentuknya Ikatan remaja masjid sebagai
sarana dalam mengadakan kegiatan kegiatan positif bagi para remaja untuk selalu
terikat dengan masjid.
6. Anak anak sekolah Paud,
SD dan SMP mandapatkan ilmu tambahan tentang bahasa inggris yang sebelumnya
tidak diketahui dan tidak difahami.
D. Faktor Pendukung dan
Penghambat
Adapun faktor
pendukung dan penghambat dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan adalah
sebagai berikut :
1.
Faktor faktor yang menjadi pendukung susksesnya kegiatan yang telah
dilaksanakan dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Dukungan dari pemerintah
seperti Camat, Kepala Desa, Ketua RW dan RT.
b. Dukungan dari Tokoh
Masyarakat
c. Dukungan dari warga
sekitar
d. Keinginan yang besar dari
warga masyarakat untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kegiatan baru.
e. Kondisi (Waktu dan
Tempat)
f. Kekompakan dari peserta
KKN.
2. Faktor faktor yang
menjadi penghambat dari kegiatan kegiatan yang dilaksankan antara lain :
a. Jarak tempuh tempat
pelaksanaan kegiatan yang cukup jauh membuat sebagian warga secara keseluruhan
tidak bisa mengikuti kegiatan.
b. Faktor tempat yang
terkadang sulit untuk menemukan tempat yang sesuai untuk dilaksanakan suatu
kegiatan.
c. Faktor cuaca, terkadang
ketika kegiatan sudah direncanakan, karena cuaca buruk dan tidak memungkinkan
untuk melanjutkan kegiatan maka ada beberapa kegiatan yang diundur waktu.
d. Komunikasi yang kurang
maksimal dari Peserta KKN ke perangkat pemerintah atau dari perangkat
pemerintah ke warga itu sendiri.
BAB IV
KESIMPULAN DAN
REKOMENDASI
A.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pelaksanaan program kerja KKN Sisdamas UIN Sunan
Gunung Djati Bandung 2017 kelompok 30 yang diselenggarakan pada tanggal 09
Februari sampai tanggal 09 Maret 2017 Didusun stu Desa Sukamukti Kecamatan
Banyuresmi Kabupaten Garut maka dapat
ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Kegiatan / program fisik
dapat terlaksana cukup baik, beberapa program fisik 75 % terselesaikan
sisanya akan dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir. Bantuan dana sepenuhnya
berasal dari peserta KKN. Program
ini dilaksanakan bersama-sama antara mahasiswa dengan masyarakat.
2. Kegiatan / program
non fisik terlaksana dengan baik, program berupa penyadaran, pendampingan dan
penyuluhan kepada masyarakat memerlukan proses yang cukup lama. Dari mulai
sosialisasi sampai pelaksanaan. Target secara kualitas tercapai, namun secara
kuantitas beberapa program masih cukup jauh dari harapan.
B.
Rekomendasi
1. Untuk Mahasiswa
a. Perlu adanya
koordinasi dan kerjasama yang baik antar individu dan kelompok, sehingga
program kerja dapat berjalan dengan baik dan lancar.
b. Setiap
individu harus mempunyai niat dan tujuan yang baik, rasa ikhlas, tanggung jawab
yang besar, sehingga perlu adanya kesiapan secara fisik, mental, emosional dan
dana yang cukup agar KKN tersebut dapat berjalan dengan lancar dan baik.
c. Mahasiswa
harus dapat mengelola waktu yang dimiliki selama KKN dengan sebaik-baiknya.
2. Untuk
Pemerintahan Desa dan Masyarakat
a.
Menghilangkan persepsi bahwa mahasiswa KKN adalah sebagai penyandang dana
(donatur), melainkan sebagai motivator,
mediator dan dinamisator.
b.
Berpartisipasi akitif dalam setiap kegiatan yang KKN adakan.
c.
Meningkatkan semangat dalam mencari ilmu dimanapun, kapanpun, dan kepada
siapapun.
3. Untuk
Pemerintah Daerah
a.
Dukungan pihak Pemerintah Daerah terhadap adanya mahasiswa KKN hendaknya
ditingkatkan lagi dalam bentuk bantuan materiil maupun non materiil.
b.
Ada follow up (tindak lanjut) dari Pemerintahan Daerah Banyuresmi terhadap
beberapa program-program KKN yang telah diselenggarakan berupa pendampingan.
4. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung
a.
Adanya persiapan yang matang serta
adanya pelatihan dan praktek kerja lapangan.
b.
Sebagai fasilitator mahasiswa dalam
pendampingan terhadap program KKN, diharapkan lebih sering turun ke lapangan
saat program berlangsung.
c.
Melebarkan sayapnya dalam membangun
jaringan dengan beberapa instansi swasta yang dapat mendukung program
KKN, tidak terbatas kepada Pemerintahan Daerah Banyuresmi saja.
DAFTAR PUSTAKA
Tim penulis. 2017. Suplemen Lampiran Panduan KKN SISDAMAS (Kuliah Kerja
Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat) LP2M : UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Tim penulis. 2017. Panduan KKN SISDAMAS (Kuliah Kerja Nyata Berbasis
Pemberdayaan Masyarakat) LP2M : UIN Sunan Gunung Djtai Bandung
BIODATA
PENULIS
Nama : Devi Nurhasanah
Tempat,
tanggal lahir : Garut, 08 Oktober 1996
Agama : Islam
Alamat :
Kp. Babakan Salam RT/RW 001/003.
Ds. Peundeuy Kec. Peundeuy Kab. Garut.
Domisili : Kp. Babakan Dangdeur RT/RW 004/004 No. 25
Ds.
Pasir Biru Kec. Cibiru. Kota Bandung
Hoby : Memasak
Motto Hidup : Tidak
ada jalan lain, kecuali jembatan itu harus dilalui untuk menuju surga.
Tampilannya seperti ujian, tapi isinya adalah rahmat dan kenikmatan. Berapa
banyak kenikmatan yang sungguh besar baru diperoleh setelah melalui ujian.
Cita-cita : Orang yang Bermanfaat
Status
Perkawinan : Kawin / Belum Kawin.
Riwayat Pendidikan
SD : MI Al-Mustaqim (2007)
SMP : MTs. As-Salam Peundeuy Garut (2010)
SMA : MA As-Salam Peundeuy Garut (2013)
Perguruan
tinggi : UIN Sunan Gunung Djati Bandung (Sekarang).
Identitas
orang tua
Nama Ayah : Mahmud
Pekerjaan Ayah :
Wiraswasta
Nama Ibu : Marni
Pekerjaan
Ibu : Wiraswasta
Agama : Islam
Alamat :
Kp. Babakan As-salam RT/RW 002/003.
Ds. Peundeuy - Kec. Peundeuy - Kab. Garut.
LAMPIRAN
Lampiran 1
ROUNDOWN ACARA
KEGIATAN PENYULUHAN KEWIRAUSAHAAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK DARI LIMBAH
HAYATI DAN PEMBUATAN ENZIM
|
No.
|
Kegiatan
|
Waktu
|
Keterangan
|
|
1
|
Pembukaan
|
10.00 – 10.10
|
MC : Devi Nurhasanah
|
|
2
|
Materi Penyuluhan dan Materi
Pembuatan Produk
|
10.10 – 10.45
|
-
Diastika Sundari
-
Isma Noviana
|
|
3
|
Praktek Pembuatan Produk
|
10.45 – 14.00
|
|
|
4
|
Penutup
|
14.00
|
MC : Devi Nurhasanah
|
Lampiran 2
ROUNDOWN ACARA PENYULUHAN BNNK
GARUT
|
No.
|
Kegiatan
|
Waktu
|
Keterangan
|
|
1
|
Pembukaan :
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
|
13.30 – 13.40
|
MC : Devi & Siti
|
|
2
|
Sambutan : Ketua Pelaksana
Kepala BBNK
Kepala Desa
|
13.40 – 14.00
|
Irfan
Dadan Hamdani
|
|
3
|
Penyampaian Materi 1
|
14.00 – 15.00
|
Tim BNNK
|
|
4
|
Penyampaian Materi 2
|
15.00 – 15.30
|
Tim BNNK
|
|
5
|
Pembacaan Doa
|
15.30 – 15.35
|
Faisal Ramdani
|
|
6
|
Penutup
|
15.35 – 15.40
|
MC
|
|
6
|
Kreasi Seni
|
15.40
|
Peserta KKN
|
Lampiran 3
ROUNDOUN ACARA
KEGIATAN BIMBINGAN KEPADA PEMUDA TENTANG KEORGANISASIAN DAN PEMBENTUKAN IKATAN
REMAJA MASJID
|
No.
|
Kegiatan
|
Waktu
|
Keterangan
|
|
1
|
Pembukaan
|
19.40 – 19.45
|
MC : Devi
|
|
2
|
Sambutan : Ketua RW
Tokoh Masyarakat
|
19.45 – 20.05
|
Pak Dana
Ust. Ikin
|
|
3.
|
Materi Keorganisasian dan
Kepemimpinan
|
20.05 – 21.00
|
Devi Nurhasanah
|
|
4
|
Materi Keorganisasian
|
21.00 – 21.20
|
Neng Helmi
|
|
5
|
Diskusi Tanya Jawab
|
21.20 – 22.30
|
Peserta KKN
|
|
6.
|
Pembentukan Ikatan Remaja Masjid
|
22.30 – 23.00
|
|
|
7.
|
Penutup
|
23.00
|
Mc
|
Lampiran 4
MATERI
BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS
|
NO.
|
MATERI
|
||
|
PAUD
|
SD
|
SMP
|
|
|
01.
|
Mengenal Huruf Alfabet
|
Kosa Kata
|
Motivasi Belajar Bahasa Inggris
|
|
02.
|
Mengenal Angka
|
Kata Ganti bentuk 1, 2, 3
|
Tips Belajar Cepat Bahasa Inggris
|
|
03.
|
Mengenal Warna
|
Tobe
|
Pengucapan Bahasa Inggris
|
|
04.
|
Mengenal Kata Ganti
|
Membuat Kalimat
|
Membuat dan Mengartikan Kalimat
|
|
05.
|
Nama Nama Hewan
|
Nyanyian Anak Anak dalam Bahasa
Inggris
|
Menhafal Lagu Bahasa Inggris
|
No comments:
Post a Comment